Finding Forrester. A Graphic Record

Finding Forrester" : Filem Terbaik Pak Sean Connery, Karena ...

Para peserta (hampir) bercerita di “Bukan Kelas Seni” 
We, The Facilitators Indonesia


Pak Connery, di filem ini, memang ngga segahar James Bond, yang sukanya minta miras yang "dikocok jangan diaduk" (shaken not stirred). Di filem ini dia berperan jadi orang tua penyendiri bernama William Forrester, penulis senior dan terkenal.



 Oh, iya. Lupa. Maafkan Kang Danny 

Singkatnya, Pak Forrester membimbing Jamal, seorang anak berbakat nulis, yang pertama kali bertemu pas ketahuan kepo, nyelonong ke ruang Pak tua itu, karena menganggap Pak Forrester ini "urban legend".
"Kamu berbakat jadi penulis besar," begitu, Pak Forrester ke Jamal. Jamal, yang juga doyan basket, makin semangat ketika dia dapat beasiswa di sekolah swasta terkemuka, buat mengasah kemampuan menulisnya.
Di sekolah inilah, drama terjadi. Berpusat pada perseteruan Jamal dan Profesornya. Ada ungkapan stereotip dari Pak Profesor yang menganggap Jamal (yang berkulit hitam) cuma bisa main basket. Walhasil Jamal ngambek. Mutung. Dan harus membuat Pak Forrester turun gunung buat bilang ke orang-orang kalau "Jamal ini memang sangat berbakat."

Urusan bakat memang sangat membantu. Buat Pekerjaan Graphic Recording misalnya. Kurleb, kerjaan ini fungsinya “menjembatani” antara partisipan dan narasumber. Tema acara bermacam-macam. Contohnya tentang Appreciative Inquiry. Tapi, bakat dan teknik gambar bukan segalanya. Latihan konsisten lebih penting. Biar jagoan kayak Karate Kid. Jadul amat! Media yang digunakan bisa manual atau digital. Metode latihannya bervariasi. Livesketching misalnya.

Dan kemarin, We Are The Facilitator, bersenang-senang ujicoba kelas (hampir) bercerita. Tujuannya jangka panjang. Semacam Ke depan mau apa dan ngapain? Salah satu kolab saya bareng Kak Puri dkk. Adalah acara bertema “perempuan”.

Filem “Finding Forrester” ini dibuat tahun 2000, yang berarti Pak Connery sudah berumur 70 tahun, waktu itu. Cocok secara umur dan pembawaan dengan karakter William Forrester, pada filem ini, yang trauma dengan Perang Dunia ke-2. Dan yang terpenting menurut saya adalah, pesan bermutu: "You write your first draft with your heart, you rewrite with your head," atau dalam bahasa Mang Kabayan "kerepotan itu ujian, kebahagiaan itu titipan," tsaaah..
Pak Connery, memang cocok jadi Kabayan


Semangat, ya!

Sampai bertemu lagiii



Jakarta 2020

Komentar

Most Popular