Pesta Pinggiran & Rayuan Pulau Kelapa. A Graphic Record

Adrian, Sang pengajak


Terima kasih buat para donatur







 

Jakarta 2010. 
16 tahun lalu, saya hijrah ke Jakarta. Tempat pertama yang kepikiran adalah Taman Ismail Marzuki (TIM). Waktu itu, letak pos satpam di sebelah kiri. Bersebelahan dengan bangunan kecil bertuliskan “Arief Rahman Hakim”. Masuk lagi, ada masjid Amir Hamzah. Sisanya, pepohonan, kantin, dan parkiran motor. Tujuan utama saya kesana, ya, nonton film di #kineforum. Tepat di belakang kiri bioskop “21”. Secara keseluruhan, nuansanya cocok dengan iklim sebelum keberadaan media sosial : seniman bohemian alias tidur dimana saja, nongkrong ngobrol di bawah pohon, atau bikin klip retro nuansa 70-an. 

Jakarta 2026
Bulan Januari lalu, Project Multatuli menginisiasi “Pesta Pinggiran 2026”. Audiensnya sesuai masa kini. Kombinasi Gen Z, milennial, dan Gen Y, atau yang lebih muda lagi. Beda karakter desain TIM sebelum & pasca revitalisasi terasa betul. Tempatnya “instagramable”, bagus buat exposure penyelenggara acara. Pedestrian dari beton dan paving block lebih awet dan mudah dibersihkan. Cocok buat pola pengunjung yang serba cepat, beli sesuatu, kopi, bayar qris, melihat HP as always, sungkan nanya arah ke orang, dan buang sampah pada tempatnya. 

Oh, ya. Saya membuat sketsa wajah 3 menit di acara ini. Berawal ajakan dadakan Adrian Mulya. Kita sepakat temanya sketsa berbayar buat Aceh. Tema tenan yang lainpun sama: prihatin dan solidaritas terhadap situasi Indonesia terkini: kesenjangan, eksploitasi dan bencana.

Lagipula, konon, arsitek revitalisasi TIM, mendesain pola bangunan dari not balok lagu “Rayuan Pulau Kelapa”-nya Ismail Marzuki. Petikan liriknya begini : “Hidup sejahtera di Khatulistiwa….Raja k’lanaaaa,” ….. Ironis, bukan?

Pasca revitalisasi, petunjuk “sign system” lebih mudah dipahami



Btw, hasil donasinya disalurkan kemana?

IG : negeri.films

IG : svara_org
 
Terima kasih Adrian dan Tim Project Multatuli

#mugibagja #sketsawajah3menit #graphicrecording #projectmultatuli 







 

Komentar

Most Popular