Solidaritas Graphic Recorder : Jalan Panjang Naik-Turun. Kadang Minggir.
Layar tangkap materi kelas gratis Ramadan studio #mugibagja (2017)
Layar tangkap dari fb sendiri, kelas gratis Ramadan waktu itu
Riri Royanto. Belajar #graphicrecording (2018)
Rifqi dan Ami. Mencoba Graphicrecording di acara Astra dan Jentera (2019)
Riri Royanto, Dodi Saripudin, Rocky Marinus : Graphicrecording di acara ASEAN (2018)
(Ki-Ka) Hanan Amirah, M. Afif, Saya, Rommy Ramadhan, Yadi Juliansyah, Rifqi Adlinaufal di acara “AgroEkologi” (2025)
Acara “AgroEkologi” 2025
Riri Royanto. Di acara Astra dan Jentera (2019)
Karlina Octaviani. Acara Astra dan Jentera (2019)
M. Putra dan Eine Ayu Saraswati (2019)
M. Affif dan Nadiyah Suyatna (2025)
David Suriawan. Mencoba Graphicrecording di acara Astra dan Jentera (2019)
Efi dan kami. Persiapan Graphicrecording ke Kalimantan (2025)
M. affif, saya, dan Rifqi. Acara “ICSF” (2024)
M. Affif di acara “Walhi” (2024)
Abe Rubio, saya, M Affif, Rifqi. Di acara “Walhi” (2024)
M. Affif, saya, Asep, Rifqi. Di acara ICSF (2024)
Indra Zaka Permana. Mencoba jadi graphicrecorder (2018)
Ramadan 2026
Saya masih jadi #graphicrecorder sejak 2013. Sebagai orang yang ngga punya privilese apa pun, bukan orang kaya, bukan keturunan ternama, cuma bisa berucap….Alhamdulillah.
.
Sekolah itu ada 2 : Sekolah formal dan kehidupan. Kalau sekolah formal itu berjenjang dari SD, SMP, SMA, S1, S2, dan S3. Kalau sekolah kehidupan itu “LPDP” alias kadang Lurus, Panjang, Digoyang, tapi Penuh semangat dan Pitalitas (maksa..)
Tapi keduanya perlu ekosistem: klien-graphicrecorder-fasilitas-pendidikan. Karena profesi itu Bukan Tiba-tiba. Apalagi Mendadak Ahli
1. Konsep Pendidikan Profesi. “In Harmonia Professio”
Menurut saya, solidaritas itu cocok di Indonesia. Solidaritas bukan berarti mengasihani. Tapi mengeluarkan potensi dari teman kita yang belum terakomodasi, Tentunya, kalau sudah solid, tak ada yang namanya “senioritas”. Iklim senioritas semacam “Aing senior!” Justru ngga asyik. Apalagi sambil membawa selera politik pribadi. Kalau mengumbar kesenior-an mending jadi pejabat. Siapa tahu dapat pensiun.
Kita bisa membuat sistem solid berjenjang : 2 tahun pertama disebut calon Graphic Recorder. 2 tahun berikutnya Graphic Recorder muda (seperti sarjana muda). Baru tahun berikutnya Graphic Recorder profesional. Dari awal karier, kalau bisa, seorang Graphic Recorder beraksi setiap minggu. Bisa berbayar atau gratisan. Untuk mengasah keahlian.
2. Menghormati Relasi Teman. “Net Worth it is King”
Menurut saya, jejaring itu dibangun dengan usaha yang liat. Jadi, kalau teman-teman dikasih jejaring oleh teman, hargai. Jangan malah sesudah diberi, malah disimpan buat sendiri. Kembalikan lagi ke lingkaran solidaritas.
3. Jam Terbang yang “Feel Free to Give it Free”
Solidaritas juga akan merelakan sebagian proyek untuk memberi kesempatan pada teman senasib. Misal: kita dapat proyek. Kita undang teman untuk “mencoba” nuansa proyek itu. Kita kasih juga “Fee” yang dihitung sesuai Harga Pokok Produksi bersangkutan. HPP yang dimaksud adalah ongkos transportasi, misal. Yang sudah dibantu, bisa memberikan timbal balik ke ekosistemnya. Jadi lingkaran baik.
4. Bagaimana soal “rate”? “Believing is Seeing”
Dari awal rate saya ngga berubah banyak. Segitu aja. Kenapa? Karena Indonesia itu luas. Begitupun karakter kliennya. Kebetulan yang daftar kliennya berbentuk segitiga terbalik. Mulai dari atas, ada NGO, swasta, dan pemerintah (jarang banget). NGO ada yang bujet nya cukup, banyak juga yang nggak. Saya sendiri percaya kalau usaha jasa seperti ini lebih banyak “intangible”-nya.
Tapi, bukan berarti kita ngga boleh menaikkan rate, ya. Silakan saja.
5. Promosi
Mulut ke mulut itu bertahan lama dan efektif. Tentunya yang ikhlas dan jujur (bukan endorse bayaran).
6.;Belajar Wirausaha
Zaman Now, seniman bukan lagi semacam orang yang menunggu ilham dari langit. Kalau hidup di tahun 50-an, barangkali bisa. Tapi sekarang kita hidup di zaman hiper-media. Perlu skill wirausaha. Buat saya, wirausaha itu cara bertahan hidup.
Buat saya yang ngga punya privilese, skill gambar itu penting. Tapi lebih penting skill bertahan hidup dalam jangka panjang.
Terima kasih buat Deni Rodendo dari #gridyouknow yang sudah membukakan pintu dengan profesi ini. Senang bisa kolaborasi sejak 2013 dan ikutan mengurus komunitas Graphic Recorder Indonesia sampai kesampaian berpameran di “Graphic Recorder Indonesia 2019” Jakarta, waktu itu.
Jakarta
2026




















Komentar
Posting Komentar